Official Website|Synthesis Development

. Menu

Anak Tak Salah Jurusan Kuliah, Lebih Siap Berkompetisi di Masa Depan

Rentang waktu tahun 2020 hingga 2035 diprediksi akan memberi bonus demografi bagi Indonesia, yang puncaknya terjadi pada 2030. Pada saat itu jumlah kelompok usia produktif (15 – 64 tahun) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak 14 tahun ke bawah dan orang tua 65 tahun ke atas).

Secara umum itu positif, tentunya. Namun di sisi lain juga akan menghadirkan tantangan yang lebih besar bagi anak-anak saat ini. Dengan kian banyaknya orang-orang sesama usia produkstif, otomatis mereka nantinya akan menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Nah, untuk membantu anak-anak menghadapi tantangan tersebut, Talents Spectrum memperkenalkan program Analisa Potensi Pemilihan Perkuliahan pada acara Analisa Sidik Jari untuk Masa Depan yang digelar Sabtu (24/03) di Marketing Gallery Prajawangsa City, Jakarta.

“Bedanya, kalau sebelumnya kita menganalisa sebatas potensi bakat anak, kini lebih spesifik,” ungkap Rindang Adrai, Owner Talent Spectrum Jakarta. “Dari potensi tersebut akan dipetakan untuk penjurusan kuliah anak nantinya, ia cenderung cocok di fakultas apa. Misalkan fakultas teknik, teknik apa? Kan, tiap fakultas punya jurusan yang lebih spesifik.”

Menentukan jurusan kuliah yang akan diambil, pada kenyataanya tidak semudah yang diperkirakan. Rindang mengakui banyak menjumpai anak-anak tingkat SMA yang bingung akan melanjutkan kuliah di jurusan apa. “Banyak dari mereka yang tidak tahu potensi bakatnya,” tuturnya, “Jadi, ada yang mengambil jurusan kuliah hanya karena ikut-ikutan teman.”

Belum lagi sebaliknya, jika ada yang merasa menyukai lebih dari satu bidang. “Pada dasarnya tiap orang memang punya potensi di beberapa bidang. Dari situ, di Talents Spectrum kita memberi referensi grade (tingkat). Di bidang apa seorang anak memiliki grade paling tinggi, di situlah potensinya,” lanjut Rindang.

Selalu ditekankan pada event-event Talents Spectrum, analisa bakat anak melalui sidik jari ini idealnya dilakukan sejak dini, demi mengetahui sedini mungkin pula apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan di masa depan. Karena yang lebih penting daripada sekadar mengetahui potensi bakat, maupun jurusan kuliah yang sesuai buat anak nanti, adalah prosesnya. Dalam hal ini, Talents Spectrum membantu mengarahkan proses pengasahan bakat dan kemampuan anak untuk berada di jalur yang benar.

Selain pemetaan bakat yang lebih spesifik, “Kali ini kita juga mendorong kesadaran orang tua untuk mengungkap dirinya lewat analisa sidik jari,” ujar Rindang yang menyayangkan kebanyakan orang tua hanya mau mengungkap diri anaknya. Padahal menurutnya, dengan lebih mengetahui juga potensi diri mereka, para orang tua dapat membangun pola komunikasi maupun hubungan yang lebih baik antara orang tua dengan anaknya.

“Itu,” tegas Rindang, “dapat mempercepat terasahnya bakat anak.”