Official Website|Synthesis Development

. Menu

Balutan Etnik Modern, Mahakarya Properti Anak Negeri

 

Sebuah desainarsitektur di dunia properti, di dalamnya wajib terkandung makna yang memberikan nilai lebih. Di masa kini, ‘jaman now’, modernitas yang mendominasi tidak memberikan rasa berarti, oleh karena berkutat di seputar kepuasan penglihatan, yang lambat laun juga sirna, karena membosankan. Lantas apa yang ideal untuk mengembalikan nilai lebih dari sebuah desain arsitektur hunian?

Synthtesis Development menemukan jawaban pada tradisi keIndonesiaan, yang sarat muatan kearifan lokal. Konsepsi makna kearifan lokal tersebut diyakini membentuk sebuah kondisi ideal untuk harapan kehidupan yang lebih berwarna, syarat makna dan pengalaman. Tak sebatas pandangan mata, tetapi merasuki relung hati dan jiwa.

Syenthesis Residence Kemang, proyek hunian prestisius yang dipersembahkan Synthesis Development, yang memaknai kembali kearifan lokal dengan menerapkan pada kehidupan modern. Dalam proses perancangan, memang tidak harus mengambil tipologi bentukan lama (tradisional), tetapi mengambil esensi ruang, misalkan rumah Joglo, yang pada bagian depan mewadahi fungsi sosial, pada bagian belakangnya lebih privat dan seterusnya. Gaya arsitektur boleh mutakhir sesuai selera kekinian, tetapi tidak menghilangkan identitasnya yaitu masih menerapkan material lokal dan menghargai alam.

Etnik Modern

Dibangun di atas lahan seluas 2 hektar, Synthesis Residence Kemang memberikan nuansa mewah dan mengangkat budaya Jawa. Julius J. Warouw, Managing Director Synthesis Residence Kemang bercerita bahwa budaya Jawa dengan nilai universal ditunjukan melalui penampilan konsep art melalui batik, pendopo Rumah Joglo, hingga pengaman tower apartemen.

Menurut Julius, jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen ini memberikan motif Batik Kawung di beberapa sisi interior dan eksteriornya. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo. Rumah Joglo merupakan lobi utama yang menghubungkan dua tower kembar, yang dinamai Nakula dan Sadewa. Untuk melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat Patung Bancak Doyok, karya pahatan pematung Wahyu Santosa.

Apartemen yang memiliki tiga tower bernama Arjuna, Nakula, dan Sadewa, memiliki lahanter buka hijau dan dilengkapi dengan taman bernama Tirta Astana. “Seolah-olah para penghuni yang tinggal akan nyaman seperti bangsawan Jawa yang tinggal turun dan bias bersantai menikmati taman dan beragam fasilitasnya,” ungkapJulius.

Adapun di dalam Tirta Astana terdapat Amerta – Swimming Pool, Prasanti – Yoga Pavilion, Ananta – Reflecting Pool, Astaka – Main Gazebo, Pranala – Children Swimming Pool, Dewari – Children Playground, Nismara – Barbeque Area, Samboga – Dining Pavilion, dan Aksara – Reading Pavilion. Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati oleh penghuni yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain taman, fasilitas lain juga ditawarkan oleh apartemen ini, seperti gym, jogging track, dan area komersial yang dilengkapi dengan cafe, restoran, laundry, minimarket, dan salon yang dibangun dalam tiga lantai, yang diberi nama Teras Srikandi. Semua fasilitas ini akan melengkapi kebutuhan sehari-hari penghuni. “Teras Srikandi ini bukan bentuk mix use, tetapi merupakan konsep simbiotik development. Di situ penghuni dapat menikmati quality time, ngopi, dan lain sebagainya,” imbuhnya

Alasan konsep ini dipilih karena biasanya orang-orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. Tradisional dapat merupakan hal-hal yang berbau etnik dan berunsur heritage. Etnik dan heritage ini akan digemari oleh masyarakat asing, yang kini juga telah menjadi tren masyarkat menengah keatas di Tanah Air.

NilaiLebih

Ninik Kurniawati, Founder RENIK Planning Architecture, partner desain yang berpartisipasi membangun Syenthesis Residence Kemang menegaskan pentingnya nilai lebih dalam sebuah konsep desain. Nah, hunian berupa apartemen berbasis hijau di Synthesis Residence Kemang ini bias menjadi rujukan hunian vertikal yang nyaman. Betapa tidak, dengan menyediakan fasilitas ruang terbuka hijau yang mencapai 60 persen, hadir sebuah fasilitas kolam renang dengan tema “Jawa”,dengan pemandangan Rumah Joglo sangat unik.

“Kami mendesain proyek ini dengan mengedepankan konsep hijau yang masuk dan sesuai saat dikawinkan dengan konsep heritage Batik Kawung dan Rumah Joglo khas Indonesia, yang diusung Synthesis Residence Kemang. Unit-unit yang ditawarkan Synthesis Residence Kemang benar-benar didedikasikan untuk orang-orang yang membutuhkan hunian apartemen khas Indonesia yang sehat dan hijau di bilangan Selatan Jakarta,” tutur Ninik Kurniawan, Principal RENIK Planning Architecture.

Dengan demikian, RENIK, dengan keahlian yang dimilki bias dengan sangat detail. Ibaratnya, fasilitas yang hanya ada lima di satu kawasan, bila dirancang menggunakan konsep lanskap yang baik bias dijadikan 10-20 fasilitas. “Kita pernah merancang sebuah kolam yang sempit tetapi panjang dengan lima tipe pool yang berbeda. Semua proyek tentu ada unsur hardscape dan pastinya ada budget untuk itu. Desainnya boleh mahal, tetapi bias dibangun dengan bahan yang murah. Proyek Synthesis Residence Kemang membuktikan hal itu,” pungkasNinik.

Kekuatan Konsep

Selain RENIK, nama besar Hadiprana juga dirangkul Synthesis Residence Kemang untuk mewujudkan mimpi akan hunian etnik-modernya. Kepiawaian Hadi prana dengan kekuatan desain yang unik, Ekletik, dan Kontemporer sangat cocok dengan visi Synthesis Residence Kemang yang mengusung hunian berkelas namun tetap mempertahankan nilai dan kearifan lokal. Sehingga layak dan muda diterima pasar.

Seperti dikatakan William C. Patty, Principal Design Hadiprana, konsep hunian Synthesis Residence Kemang cocok dengan karakter desain Hadiprana dengan unsur Indonesia yang sangat kuat. Tercermin dari konsep nama tower yakni tower Arjuna, Nakula dan Sadewa. Alhasil kerjasama di tahun 2014 itu mempercayakan Hadi  prana untuk mendesain lobbyutama, meeting room, publictoilet, dan marketing gallery.Hadi prana juga mendesain interior show unit dengan dua bedroom dan tiga bedroom.

Wiliam menilai, Synthesis Residence Kemang mempunyai cerita yang kuat dan nilai plusnya ada pada unsur Indonesia dan unsur art yang kuat. Ini merupakan point of interest yang dibawa dalam desain kontemporer. ‘Berangkat dari nama Arjuna, Nakula, dan Sadewa, kita cari unsure dari mereka yang physical dan non physical, apa saja. Kala uphysical berkaitdan dengan emblem yang mereka gunakan seperti senjata, perlengkapan baju, kebudayaan saat itu, dengan menonjolkan karakter yang tegas. Dari situ kita implementasikan di masing-masing lobi tower yang dibuat elegan, ada sisi vertikal yang diberi patern, yang berbau Indonesia yang diformulasi kekinian. Nah di kamar, desainnya dibuat lebih rileks, tetapi tetap ada sisi komersialnya. Di situ kita hadirkan unsure kerajaan seperti aksesorisnya.”

Secara umum, konsep dan cerita Synthesis Residence Kemang menurut William sangat menjual. Untungnya, konsep kultur dalam arsitek hunian sudah banyak ditinggalkan. Padahal jika dikemas sedemikian rupa, member nuansa yang nyaman. Ini kelebihan Synthesis Development selaku developer dalam menghadirkan hunian berkelas. Ditambah lagi arsitek desain interior yang digawangi Hadiprana, yang juga dikenal spesialis desain hospitality dan hunianvertikal.

Unik dan Menantang

Selain dua nama tenar di atas,terselip nama Airmas Asri yang dipercaya sebagai konsultan arsitektur. Bagi ‘keluargabesar’ Synthesis Development, Airmas Asri bukanlah namabaru. Jauh sebelum itu, kerjasama Synthesis-Airmas Asri telah lama terjalin dan menghasilkan banyak produk ikonik berkualitas. Sebut saja The Lavande Apartemen di KawasanTebet, Jakarta Selatan, Apartemen Kalibata City hingga proyek monumental Balai Sarbini di bilangan Semanggi.

Saat bergabung menggarap Synthesis ResidenceKemang, Hilman Adi, Project Manager Airmas Asri langsung menilai proyek hunian ini sangat ‘unik’ dan menantang. Salah satunya adalah bagian depan lokasi yang langsung bersentuhan dengan jalan besar, namun di saat yang sama ada jalan lebih kecil di samping lokasi. “Jadi bias dibilang proyek ini memiliki dua sisi perwajahan sekaligus, yaitu yang sifatnya public space dan secara bersamaan juga punya private area. Ini jelas menantang secara konsep arsitektur,” ujarHilman.

Dari kondisilokasi yang sangat unik tersebut, Airmas Asri pun memisahkan konsep privat yang diterapkan pada dua tower di belakang dan konsep yang lebih public di tower paling depan. Soal tema arsitektur Jawa, Sena, Project Manager Airmas Asri menegaskan bahwa pilihan itu didasar kan pada perkembangan dunia arsitektur dalam 10 tahun terakhir yang memang lebih mengedepankan unsure lokal, baikitu di level akademis maupun hingga level praktis. Hal ini juga sesuai dengan suasana di Kawasan Kemang yang sangat kental nuansa etnik, khususnya etnik Jawa bergaya Keraton Jogja.

“Jadi ini perpaduan yang pas. Kalangan ekspatriat dan calon buyer lain secara keseluruhan sesuai analisa kami juga lebih menyukai unsur-unsur etnik local ketimbang nuansa luar (negeri), seperti Eropa dan Mediterania,” ungkap Sena.

Airmas Asri maupun Synthesis Development sebaga isi empunya proyek juga sepakat membawa proyek Synthesis Residence Kemang agar semaksimal mungkin berkontribusi terhadap kota dan lingkungan sekitar. Hal itu diwujudkan dalam berbagai konsep, mulai dari penerapan trotoar yang luas, pemanfaatan lahan secara mayoritas untuk ruang terbuka hingga konsep open space yang bias dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar secara keseluruhan untuk kegiatan bersama seperti bazaar dan semacamnya.

“Dengan begitu kami yakin keberadaan Synthesis Residence Kemang nantinya tidak hanya member manfaat bagi para pemilik unit di dalamnya, namun juga untuk masyarakat secara keseluruhan,” papar Sena.

Dengan segala keunggulan konsep yang telah digagas, baik Sena maupun Hilman sangat yakin keberadaan Synthesis Residence Kemang dapat mencuri perhatian konsumen dan juga meraup pasar bisnis property khususnya di segmen hunian apartemen high-end di Jakarta.

Meski persaingan pasar di bisnis apartemensaat ini cukup sengit, mereka optimistis Synthesis Development dengan Synthesis Residence Kemang-nya masih memiliki keunggulan dan nilai lebih untuk dapat memenangkan persaingan tersebut. “Dengan segala konsep yang ada, kami sangat yakin Synthesis Residence Kemang bakal sukses di pasar,” tegas Hilman.

***