Official Website|Synthesis Development

. Menu

BUMN Diminta Hati-Hati Terbitkan DIRE

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perusahaan pelat merah untuk menerbitkan produk investasi dana investasi real estat (DIRE). Salah satu pengembang mengingatkan pemerintah agar hati-hati dalam menjalan skema itu.

“Jangan sampai produk yang tidak laku atau tidak bernilai ekonomi dilemparkan ke skema DIRE dengan tujuan ‘mengamankan’ cash flow atau bahkan me-leverage ke proyek-proyek lain. Akhirnya, banyak produk properti yang tidak produktif dan menjadi aset yang terpinggirkan,” ujar Direktur Synthesis Kreasi Utama Julius J Warouw saat dihubungi Media Indonesia, Senin 25 September 2017.

Terlepas dari itu, Julius mendukung upaya pemerintah yang sedang mendorong perusahaan pelat merah untuk menerbitkan produk investasi DIRE. Harapannya, kepercayaan publik pada sektor properti, khususnya realestat, bisa naik serta berdampak positif bagi pengembangan properti pada umumnya.

“Tidak ada masalah selama produk investasi itu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Yang penting produk investasi itu betul-betul memberikan faedah buat para investornya,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sedang mempersiapkan penerbitan DIRE. “Kami sedang mencoba properti yang dimiliki BUMN,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, pekan lalu.

Salah satu perusahaan pelat merah yang akan didorong untuk menerbitkan DIRE, yakni Bank Mandiri. Gedung-gedung yang dimiliki perseroan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh alternatif pendanaan. Perusahaan pelat merah masih akan terus mencari alternatif pendanaan.

Tahun ini BUMN telah menerbitkan dua kontrak investasi kolektif (KIK) efek beragun aset (EBA) dari dua perusahaan, yakni Jasa Marga Tbk (JSMR) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Direktur Utama Danareksa Investment Management Prihatmo Hari Mulyanto membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi dengan pemerintah terkait dalam rangka penerbitan DIRE BUMN.

“Kami siap membantu BUMN mencari berbagai macam instrumen alternatif pendanaan untuk membangun infrastruktur,” katanya.

DIRE merupakan salah satu jenis investasi untuk memiliki aset real estat. Investor mengantongi keuntungan dari pendapatan yang berasal dari real estat tersebut dan dapat diperdagangkan di bursa efek serta menawarkan dividen tinggi.

Objek yang bisa dijadikan produk DIRE, yaitu mal, perkantoran, apartemen, gudang, hotel, dan rumah sakit. Objek yang tidak bisa dijadikan DIRE, yakni tanah kosong dan properti yang masih dalam tahap pembangunan. (Media Indonesia)

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/bursa/ZkeP2xOb-bumn-diminta-hati-hati-terbitkan-dire