Official Website|Synthesis Development

. Menu

Ini Pilihan Apartemen untuk Generasi Milenial

Jakarta, Renews.ID – Generasi milenial atau individu yang lahir pada kurun 1981-1994 sebagian besar telah mendominasi dunia kerja di Indonesia.

Dengan pendapatan yang diperoleh setiap bulan, tak salah jika para generasi milenial tersebut memiliki mimpi untuk bisa punya hunian idaman seperti rumah atau apartemen.

Apartemen menjadi bidikan generasi milenial apalagi yang berada di tengah kota atau dekat dengan tempat kerjanya.

Mereka cenderung tak ingin membuang waktu di perjalanan dan juga menginginkan gaya hidup praktis. Pasalnya, tinggal di apartemen semuanya sudah diurus oleh pengelola gedung.

Berdasarkan riset Rumah123.com dan Karir.com pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan.

Dalam riset tersebut juga dikatakan bahwa untuk bisa membeli rumah seharga Rp 300 juta di Jakarta, mereka diwajibkan memiliki pendapatan Rp 7,5 juta per bulan.

Hal yang sama juga kemungkinan berlaku dalam hal pembelian apartemen di sekitar pusat kota.

Jika begitu kondisinya, maka para generasi milenial bisa mengalihkan mimpinya mendapatkan apartemen dengan maksimal harga Rp 300 juta.

Setelah perumahan, kini Renews.ID hadirkan beberapa apartemen yang bisa diakses oleh generasi milenial saat ini.

1. Prajawangsa Residences

Synthesis Development, selaku pengembangnya, mematok harga jual apartemen di Cijantung, Jakarta Timur tersebut mulai dari Rp 245 juta untuk tipe terkecil atau studio.

“Kami akan membangun sebanyak 4.000 unit untuk memenuhi kebutuhan para profesional muda dan kelas menengah,” tutur Direktur Prajawangsa Reisdences Mandrowo Sapto.

Prajawangsa Residences, kata Mandrowo, sangat dekat dengan CBD TB Simatupang, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti sekolah internasional, pusat belanja, dan lain-lain.

2. Podomoro Park

Podomoro Park besutan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berdiri di atas lahan seluas 12 hektar di Jalan Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur.

Proyek ini digadang-gadang akan menjadi sekuel “Kalibata City” atau “Kalibata City Plus-Plus.”

Menurut Vice President Marketing APLN Indra W Antono, sama seperti megaproyek Kalibata City, Podomoro Park juga merupakan properti dengan konsep multifungsi yang mengintegrasikan apartemen, ruko, dan ruang ritel atau pusat belanja penunjang.

Podomoro Park dibangun untuk menyasar pasar segmen menengah dengan menetapkan harga unit terkecilnya sebesar Rp 300 juta.

3. Bintaro Pavilion

Bintaro Pavilion merupakan proyek hunian vertikal yang dikembangkan oleh Megakarya Propertindo Group.

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dan telah dipasarkan sejak Mei 2015.

Apartemen yang berlokasi di Bintaro sektor tiga ini menawarkan konsep hunian keluarga. Di dalamya terdapat fasilitas penitipan dan perawatan anak sehingga para pasangan muda tak perlu khawatir meninggalkan anak untuk bekerja.

Selain itu, apartemen tersebut juga memiliki taman hijau. Beberapa unit bahkan dibuat untuk memiliki koneksi langsung dengan taman tersebut.

Fasilitas lainnya antara lain kolam renang, kafe, restoran, salon dan spa, jogging track, dan pusat ATM.

Bintaro Pavillion mencakup 16 lantai dan 700 unit. Tipe yang ditawarkan hanya dua, tetapi memiliki luasan berbeda. Tipe studio mulai dari luasan 18 meter persegi, 20,7 meter persegi, 21,6 meter persegi, 23,4 meter persegi, dan 26,3 meter persegi.

Sementara itu, untuk tipe dua kamar tidur, pilihannya 32,6 meter persegi, 35,3 meter persegi, 35,3 meter persegi, 38,3 meter persegi, dan 38,9 meter persegi.

Kisaran harganya dimulai dari Rp 295 juta untuk tipe studio dan Rp 500 juta untuk tipe dua kamar tidur.

Saat ini tipe studio di Bintaro Pavilion dibanderol dengan harga tidak kurang dari Rp 300 juta.

4. Kota Swarnabumi Cikunir

Proyek apartemen garapan Kopelland ini dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektar dan terdiri dari 7 menara yang masing-masing menara meliputi 1.000 unit.

Biaya investasi Kota Swarnabumi Cikunir mencapai Rp 500 miliar dan diperkirakan pembangunannya akan selesai pada 2018.

Swarnabumi Cikunir dilepas dengan harga mulai dari Rp 270 jutaan. Harga tersebut dibanderol untuk hunian tipe studio semi gross ukuran 21 meter.

Lokasi apartemen ini berada persis di pintu Tol Jatiasih, Bekasi yang termasuk ke dalam Tol JORR arah ke koridor Simatupang.

Kota Swarnabumi Cikunir memiliki akses mudah menuju Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dan ke Cikarang pun hanya setengah jam.

Apartemen ini akan terkoneksi juga dengan transportasi kereta api ringan atau light rail transit (LRT). Kopelland akan menyediakan shuttle bus menuju stasiun LRT dan stasiun kereta.

Sumber : https://www.renews.id/ini-pilihan-apartemen-untuk-generasi-milenial/