Berkat Pesona Produk Kreatif Dekranasda Jakarta Timur, Banyak Pesanan Ke UMKM

 
Posted on: November 16, 2018

Share the news!

SuaraKarya.id – JAKARTA: Pameran Pesona Produk Kreatif  Dekranasda Jakarta Timur di Mall Bassura Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, selama 2 hari, ternyata cukup membuat pengrajin dan pelaku usaha kecil percaya diri. Sebab di ruang publik tersebut mereka bertemu dengan banyak relasi dan  masyarakat konsumen serta menambah luas  jaringan usahanya masing masing.

Tidak kurang dari Ade Sylvana pengrajin “kimekomi” dari Malaka Sari,  Nemin Tuih pengrajin ondel ondel mini dari Kelurahan Setu dan Lynde Sitepu pengrajin benda fungsional dan pajangan dari daur ulang kertas dari Cipinang Melayu mengungkapkan hal itu.

“Ada yang beli langsung ada yang pesan. Ibu Gubernur dan Ibu Wali Kota kemarin pesan banyak paket ondel ondel mini,” ujar Nemin Tuih di stannya Lobby Utara Mall  Bassura, Rabu (24/11/2018).

Tampak ondel ondel mini dari kaolin atau tanah liat itu memang  lucu lucu. Ada juga kerajinan topeng mini yang bermagnit untuk ditempelkan di kulkas atau benda logam lainnya.
Lain lagi dengan Ade Sylvana, yang memiliki produk bermerk Karya Mamiya (KM) namun belum mempunyai outlet toko, merasakan pameran ini membuka cakrawala baru. “Menambah jaringan,” katanya bernada riang. Benar juga tak lama setelah itu datang dua orang ibu muda membeli tas  rotan berhiaskan kimekomi.

Apa sih kimekomi?
Ade Sylvana menjelaskan, ini merupakan seni menempelkan kain perca tanpa dijahit. Di dalam kain aplikasi tersebut diberi isi polyfoam atau gabus sehingga menggembung.

Dia menjelaskan, sejak tahun 2016 ia mengawali  usaha dari  kerajinan “decoupage” yaitu menempelkan gambar dari bahan semacam kertas tissue pada media apa saja. Kemudian diberi lapisan pelindung atau coating berupa vernis.
“Lalu beberapa bulan ini mulai mengembangkan teknik kimekomi,” katanya.Ternyata kerajinan inipun sudah banyak pelakunya.

Lain lagi dengan usaha kerajinan Ellsa Craft dari Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung dan kerajinan kain dekorasi seperti  untuk gordin, sarung bantal Cut Popy dari kelurahan yang sama juga mendapatkan konsumen atau pembeli yang lumayan di ajang Pesona Produk Kreatif Dekranasda yang dibuka isteri Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Yang benar benar lain  adalah pengrajin Lynde Sitepu dari Cipinang Melayu.

“Dari pameran ini  memang ada yang beli. Tetapi yang lebih banyak orang yang kepingin belajar kerajinan daur ulang kertas ini,” kata Lynde Sitepu yang berlatar belakang arsitektur pertamanan atau lanskap Usakti itu. Iapun menyanggupinya untuk membantu mereka

Produk Lynde Sitepu memang bermacam macam, seperti piring, baki atau penampan, kranjang buah dan pajangan miniatur Tugu Monas, Menara Eiffel dan lain lain yang kesemuanya terbuat dari daur ulang kertas.

Seperti harapan Ketua Dekranasda DKI Jakarta Hj Ferry Farhati Baswedan pada pembukaan pameran tersebut. Para pengrajin inipun boleh berharap Mall Bassura dan Mall mall yang lain memberikan kesempatan lebih sering kepada pengrajin dan pelaku UMKM untuk tampil di ruang publik tersebut.

Wali Kota Jakarta Jakarta  Timur M Anwar malahan mengharapkan agar mall mall di wilayahnya juga menjadi Mall Sadar Zakat dan Amal Sosial seperti Bassura Mall.

Mengenai Mall Sadar Zakat dan Amal Sosial, Kepala Badan Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (BAZIS) Jakarta Timur Drs Dwi Busara Kamis (15/11) menuturkan Gerai BAZIS  dengan Posko Bersama Peduli Palu dan Donggala di mall ini lumayan berhasil menghimpun dana bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah tersebut mencapai Rp 257,7  juta lebih. Dana itu secepatnya akan dikirimkan kepada yang berhak bersama dana serupa  yang terkumpul dari Bazis wilayah kota  administrasi Jakarta lainnya.

Mengenai gerai BAZIS di Mall Bassura, seorang petugasnya, Mila menjelaskan sejak dibuka mulai 15 Oktober dan diresmikan 17 Oktober 2018 selalu ada saja yang datang menyumbang ataupun bertanya masalah BAZIS dan kegiatannya.

Tercatat tiap hari ada 2 sampai 5 orang yang menyumbang dengan dana yang terkumpul antara Rp 200.000, sampai Rp 550.000,-
“Begitu pula waktu ada pameran produk kreatif Dekranasda selama dua hari kemarin. Ada saja yang mampir dan minta penjelasan mengenai BAZIS,” kata Mila.

Sementara H Yusuf Hardiyo pengamat budaya dan wisata Jakarta  menandaskan selama ada gerai BAZIS dan fasilitas serta  petugasnya, tentu ada saja para pengunjung yang beramal.
“Contohnya dengan adanya Kotak BAZIS di gerai gerai  Indomaret maupun Alfamart selalu penuh dengan uang amal. Bahkan saya beberapa kali melihat orang sengaja datang ke Indomaret hanya untuk  memasukkan uang kecil  ke Kotak Bazis tanpa berbelanja,” ujarnya.

Yusuf yakin kalau sudah difasilitasi, ide Mall Sadar Zakat dan Amal Sosial yang sudah dimulai di Mall Thamrin City Jakarta Pusat dan Mall Bassura di Jakarta Timur akan berjalan sesuai harapan.   Yaitu berbelanja sambil beramal sosial.

Waktu Posko Bersama Peduli Palu Donggala dibuka di Mall Bassura,  dipajang di situ data dan fakta mengenai jumlah korban jiwa dan terluka serta kondisi korban yang selamat maupun lingkungan paska bencana.

“Nah ada baiknya di gerai Bazis juga dipajang data dan fakta mengenai para mustahiq yang membutuhkan bantuan dan laporan dokumentasi penyaluran bantuan Bazis,” katanya. ***

 

 

Sumber : http://www.suarakarya.id/detail/81841/Berkat-Pesona-Produk-Kreatif-Dekranasda-Jakarta-Timur-Banyak-Pesanan-Ke-UMKM

Share the news!


Tags:

Related Posts