“Kerajaan Jawa” Versi Kemang

 
Posted on: November 15, 2016

Share the news!

Sejak dahulu kawasan Kemang, Jakarta Selatan dikenal sebagai tempat ‘kongkow’ yang mengasyikkan bagi kaum urban. Kemang juga sebagai lokasi pleasure and leisure para ekpatriat berlokasi.

Dengan aktivitas 24 jam tanpa istirahat Kemang menjadi daya tarik sendiri tidak hanya bagi penghuni namun juga bagi orang yang berkunjung ke sana. Semarak tersebut menjadikan kawasan ini menjadi spot meeting point tidak hanya bagi keluarga dan kawula muda juga buat profesional dan para pekerja kreatif.

Lokasinya yang masih dirimbuni pepohonan dan tidak jauh dari Central Business District (cBD) TB Simatupang, dengan akses jalan tol (JORR) menjadikan kawasan tersebut sangat strategis. Apalagi banyak berdiri berbagai institusi pendidikan bertaraf nasional dan internasional, dari preschool hingga perguruan tinggi yang menjadi keunggulan tersendiri bagi kawasan tersebut.

Synthesis Residence Kemang hadir dengan apartemen menara kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Hunian eksklusif ini hadir dalam gaya etnik Jawa Modern yang teraplikasi melalui eksterior dan interior bangunan yang nantinya akan dilapisi dengan ornamen motif Batik Kawung, di mana motif tertata secara geometris segi empat, yang masa lalu diyakini digunakan oleh keluarga kerajaan.

Tidak hanya itu, untuk mengadaptasi etnik Jawa, lobi didesain bergaya Pendopo atau Joglo sebagai manifestasi status sosial pemiliknya yaitu para priyayi atau bangsawan. Akses lobi utama ini didesain dengan interior yang merupakan kombinasi antara desain kontemporer dan etnik Jawa. Di depan lobi utama, tepatnya di lokasi drop off, akan berdiri patung penari Bancak Doyok, karya seniman patung asal Jawa Tengah, Wahyu Santosa.

Dengan areal seluas dua hektare, sekitar 60 persennya diperuntukkan bagi taman hijau atau ruang terbuka, apartemen ini dilengkapi berbagai fasilitas bernuansa ningrat seperti kolam renang (Amerta), kolam renang anak (Pranala), area bermain anak (Dewari), reflecting pool (Ananta), gazebo utama (Astaka), area barbeque (Nismara), paviliun yoga (Prasanti), paviliun dining (Samboga) dan paviliun baca (Aksara).

Namun dengan konsep tersebut apartemen ini tidak menghilangkan fasilitas-fasilitas modern bagi penghuninya, seperti fitness center, sauna, jogging track, lapangan tenis, cafe, laundry, minimarket, salon serta fasilitas lainnya.

Harga yang pun ditawarkan pun cukup kompetitif dengan nilai per meter persegi sebesar Rp 33 juta, dibanding harga pengembang lain di kawasan sama, yang mencapai Rp 40 juta per meter persegi. Harga tersebut telah mengalami kenaikan sebesar Rp 5 juta dari saat peluncuran pertama di Mei 2015. 

Apartemen 28 lantai ini tampil dalam tipe studio dengan luas 32,2 meter persegi, tipe dua kamar dengan luas  54,21 meter persegi, sedangkan tipe dua kamar sudut dengan luas 63-73 meter persegi dan yang paling besar adalah tipe tiga kamar dengan luas 102-107 meter persegi. Dengan jumlah unit perlantai sebanyak 14 unit dilengkapi fasilitas tiga passenger lift dan 1 service lift pada setiap apartemennya.

Menyasar kelas menengah atas apartemen ini dua kamar ini hadir dalam nuansa modern cocok bagi pasangan muda yang memiliki satu anak. Dengan penataan interior dan penggunaan warna broken white menghadirkan suasana teduh dan cozy pada setiap ruangan. Ceiling nya yang tinggi kuang dari tiga meter, tetap membuat ruang terlihat lebih luas dan megah. Untuk kamar kedua desain tanpa pintu meningkatkan koefisien ruang sehingga pemakaian ruangan tampak efisien.

Unsur kenyamanan di bagian kamar tidur kian terasa dengan menggunakan nuansa warna coklat dan dark grey. Pemanfaatan ‘nakas’ di satu sisi tempat tidur yang berfungsi untuk meletakkan lampu baca juga membuat kesan ruang tersebut semakin nyaman untuk dijadikan peraduan yang nyaman setelah sibuk seharian. 

“Saat ini Tower Sadewa yang masing-masing terdiri dari 33 lantai yang dipasarkan sejak Mei 2015 sudah terjual 80 persen. Sementara Tower Nakula yang dipasarkan Oktober 2015 saat ini terjual sekitar 40 persen, ditargetkan akhir tahun bisa mencapai 80 persen” jelas Fianty R Gosal, Project and Operational Director Synthesis Development saat penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan PT Pakubumi Semesta, yang akan membangun pondasi dan substruktur proyek Synthesis Residence Kemang pada awal Mei 2016.

Share the news!


Tags:

Related Posts