Penataan Kawasan Kemang Diapresiasi Kalangan Pengembang Properti

 
Posted on: November 15, 2016

Share the news!

WARTA KOTA, PALMERAH – Langkah Pemprov DKI untuk menata kembali kawasan Kemang mendapat apresiasi berbagai pihak, diantaranya dari pengembang properti.

Sebagai salah satu area primadona di Jakarta, Kemang dinilai masih menjadi tempat yang nyaman untuk kawasan hunian dan komersial.

Sales and Marketing General Manager Synthesis Residence Kemang, Imron Rosyadi, mengatakan bahwa Kemang merupakan kawasan yang dikenal baik oleh masyarakat lokal maupun internasional.

Menurutnya, Kemang memiliki nilai lebih dari sisi hunian, kuliner, hiburan, maupun bisnis.

Kemang pun di kenal sebagai kawasan yang mengangkat heritage Indonesia dengan banyaknya butik maupun galeri seni.

“Karena itu, sudah seharusnya kita ikut serta menata kawasan Kemang dan sekitarnya, sekaligus membenahi faktor pendukung lainnya seperti lalu lintas, sehingga Kemang tetap menjadi salah satu primadona hunian di Jakarta,” kata Imron.

Sejak banjir besar melanda sebagian kawasan Kemang beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung bergerak membenahi kawasan elit ini.

Langkah-langkah ‘penyelamatan’ kawasan permukiman premium ini langsung digelar, dengan prioritas utama berupa normalisasi Kali Krukut.

Selain itu, upaya menata kawasan Kemang juga sudah disiapkan antara lain berupa perbaikan pedestrian dan drainase untuk mencegah genangan air saat hujan turun.

Upaya ‘penyelamatan’ Kemang ini, kata Imron, tidak akan berhasil tanpa peran serta warga.

Kesadaran warga diperlukan untuk menjaga kawasan ini tetap menjadi area yang nyaman dan bersahabat, sadar untuk berperilaku ramah lingkungan, ramah sosial, dan tertib menjalankan aturan yang berlaku.

“Dengan demikian, faktor-faktor yang membuat Kemang unggul seperti lokasi strategis, tidak jauh dari pusat kota, dan segala kebutuhan mudah didapat, tidak akan meredup. Minat investor untuk menggarap Kemang pun tetap tinggi, sejalan dengan minat masyarakat untuk tinggal di daerah ini,” sambung Imron.

Terlebih, Real Estat Indonesia (REI) menilai, dukungan kebijakan dari pemerintah merupakan upaya mendorong industri properti dalam menopang ekonomi nasional.

Bertumbuhnya sektor properti dinilai dapat menggerakkan industri terkait.

Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy, memperkirakan pada 2017 sektor properti dapat tumbuh berkisar 12 persen hingga 15 persen.

Salah satu pemicunya adalah program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digulirkan pemerintah.

“Diharapkan dana yang sudah di deklarasi oleh wajib pajak bisa diinvestasikan ke properti,” kata Eddy Hussy beberapa waktu lalu.

Pengembang properti berharap dana yang sudah dideklarasikan oleh wajib pajak dalam program tax amnesty bisa diinvestasikan ke properti.

Di bagian lain, dana dari program itu akan digunakan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan.

Kondisi ini akan membuat perekonomian bergulir dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Jika roda perekonomian bergulir, kebutuhan properti juga akan meningkat.

“Dana tax amnesty tentunya perlu mencari instrumen investasi yang baru. Properti bisa menjadi salah satu alternatif terbaik sebagai instrumen investasi,” kata Eddy Hussy.

Share the news!


Tags:

Related Posts