Pengembangan Kota Harus Searah dengan TOD

 
Posted on: April 7, 2017

Share the news!

SIAR.Com, Jakarta – Sebagian pengamat tata ruang dan transportasi menilai, di tengah semakin tingginya mobilitas masyarakat urban, maka dibutuhkan pendekatan yang komprehensif untuk pengembangan kota. Konsep pembangunan harus sejalan dengan konsep mobilitas warga Jakarta, atau Transit Oriented Development (TOD).

“Arah pengembangan yang berorientasi pada angkutan umum atau TOD merupakan keharusan. Hunian-hunian baru di tengah kota harus memiliki tata-guna lahan campuran (mixed use), yang dapat digabungkan dengan pertokoan, kantor maupun pasar dan supermarket,” ujar Country Director The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yoga Adiwinarto, Kamis petang (6/4), di Synthesis Square, Jakarta.

Yoga menjelaskan, konsep Compact City dan TOD dinilainya sangat bagus untuk transportasi perkotaan. Sebab, dalam konsep tersebut penataan ruang diorientasikan pada pusat-pusat pelayanan angkutan publik bukan pada jaringan jalanan, sehingga memudahkan perjalanan bagi masyarakat yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk menuju pusat transit publik.

Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw menambahkan, dengan konsep TOD, sektor properti pasti akan terdongkrak signifikan tetapi tidak dalam waktu dekat. Karena menurutnya, pengembangan infrastruktur merupakan investasi jangka menengah dan panjang.

“Jelas dampaknya positif, karena orang semakin realistis. Beli rumah pasti dekat dengan jaringan infrastruktur dan transportasi. Kami (Synthesis Development) pun mengembangkan properti di sekitar wilayah tersebut dengan akses dan kondisi infrastruktur memadai,” imbuhnya.

Diketahui, Jakarta, sebagai Ibu Kota negara, tentu mendapat perhatian khusus. Ada sembilan sistem transportasi massal yang dikembangkan di wilayah Jabodetabek. dari Light Rapid Transit (LRT) yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta, LRT Kementerian Perhubungan, LRT Jababeka, Mass Rapid Transit (MRT), kereta api bandara, kereta cepat, Automatic People Movement System (APMS), Commuter Line, hingga Bus Rapid Transit (BRT).

Sekilas mengenai ITDP, adalah lembaga non-profit yang bekerja bersama dengan sejumlah kota di dunia mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan dan berkeadilan. Berdiri sejak tahun 1985, ITDP head office berlokasi di New York dan mempunyai perwakilan di 10 negara dan 20 kota di seluruh dunia dengan lebih dari 80 staff. ITDP mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1999 untuk pengembangan non-motorized transport (NMT). Sejak saat itu, ITDP Indonesia terlibat dalam pembangunan TransJakarta, sistem BRT pertama di Asia Tenggara.

Sementara, Synthesis Development adalah perusahaan pengembang di Indonesia yang memiliki beragam proyek di bidang properti, ritel, apartemen, perumahan, superblok, kantor, dan hotel dengan reputasi yang mumpuni. (fahd)

Sumber : http://siar.com/pengembangan-kota-harus-searah-dengan-tod/

Share the news!


Tags:

Related Posts