Segera Tutup Atap, Begini Progres Synthesis Residence Kemang

 
Posted on: August 12, 2019

Share the news!

Progres Synthesis Residence Kemang, untuk penjualan dua tower kembar, yakni Nakula dan Sadewa telah mencapai 60% dan 95%. Sementara struktur telah mencapai lantai 23 untuk Nakula dan lantai 26 untuk Sadewa.

PropertiTerkini.com – Synthesis Residence Kemang, proyek high rise yang dikembangkan oleh Synthesis Development di Kemang, Jakarta Selatan, segera memasuki fase akhir dari pengerjaan struktur.

Baca Juga: Synthesis Residence Kemang Siap Serah Terima Akhir 2020

Dalam area seluas 2 hektar dibangun 3 menara, yakni Nakula dan Sadewa sebagai tower kembar dan tower ketiga adalah Arjuna. Ketiga tower merangkum sebanyak 1.188 unit, dimana sebanyak 725 unit di dua tower kembar dan sisanya di Tower Arjuna.

Hingga saat ini, progres Synthesis Residence Kemang untuk penjualan telah mencapai 60% dan 95% untuk dua tower kembar, yakni Nakula dan Sadewa. Sementara pembangunannya telah mencapai lantai 23 untuk Nakula dan lantai 26 untuk Sadewa.

“Totalnya 33 lantai. Dan sekitar Desember tahun ini akan kami topping off,” kata Dwi Handayani Sales Manager Synthesis Residence Kemang di Kantor Marketing Gallery Synthesis Residence Kemang, beberapa waktu lalu.

Synthesis Residence Kemang terdiri dari beberapa tipe, yakni 1 bedroom (32,20 m2), 2 bedroom A (54,21 m2), 2 bedroom B (63,41 m2), 2 bedroom C (63,43 m2), 2 bedroom C (73,76 m2), 3 bedroom (102,77 m2), dan 3 bedroom (107,17 m2).

Tipe dua kamar mendominasi dari total unit yang ada di Tower Nakula dan Sadewa. Bahkan beberapa unit tertentu, seperti 2 bedroom C (73.76 m2) dan 3 bedroom memiliki dua balkon.

Untuk diketahui, 2016 lalu apartemen dibanderol dengan harga mulai Rp35-36 juta/m2 atau setara Rp1,1 miliaran untuk tipe 1 bedroom (32,20 m2). Tipe yang sama saat ini berkisar mulai Rp1,3 – 4 miliaran.

“Harga kami masih lebih kompetitif dibandingkan dengan apartemen sekitar sini. Dengan begitu, peluang kenaikannya pun lebih besar,” katanya.

Lokasi apartemen yang berada di pusat bisnis dan hiburan, serta tidak jauh dari kawasan CBD Simatupang dan CBD Sudirman menjadikan Apartemen Synthesis Residence Kemang pilihan utama para konsumen sebagai hunian maupun investasi.

Pengembang menargetkan pasar masyarakat di Kemang, termasuk para ekspatriat, para investor, dan karyawan di sekitar CBD TB Simatupang dan CBD Sudirman.

“Makanya di sini, antara investor dan end user hampir sebanding,” ungkap Dwi. Dia menambahkan, rata-rata okupansi apartemen sekitarnya mencapai 80% dengan yield antara 8-10 persen.

Untuk memudahkan investor yang ingin menyewakan unitnya, pengembang juga telah menjalin kerjasama dengan JLL (Jones Lang LaSalle). Nantinya, JLL yang akan me-maintenance dan mengelola unit apartemen tersebut.

Akses menuju kawasan CBD tersebut pun sangat mudah. Lanjut Dwi, terdapat dua jalan utama, yakni Jalan Ampera Raya dan Jalan Madrasah. Sementara untuk Jalan Tol JORR juga sangat dekat, termasuk menuju ke stasiun MRT terdekat, seperti Fatmawati atau Cipete.

Melihat progres Synthesis Residence Kemang hingga saat ini, pengembang menargetkan penjualan seluruh unit tersisa di dua tower pertama akan sold out tahun depan. Selanjutnya serah terima direncanakan di akhir tahun 2020.

“Selanjutnya kami persiapkan untuk Tower Arjuna. Banyak investor yang sudah bertanya-tanya soal tower ketiga ini. Bahkan ada yang berencana untuk membeli keseluruhan satu tower,” ungkap Dwi.

Unsur Lokal

rumah joglo
Kantor Marketing Gallery Synthesis Residence Kemang menyerupai Rumah Joglo yang juga nantinya akan dibangun di antara Tower Nakula dan Sadewa./ Foto: Pio

Menurut Dwi, saat ini pasar membutuhkan produk yang tampil beda apalagi yang unik. Dia melanjutkan, beberapa konsultan arsitek telah mengungkapkan bahwa tren desain dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai bangunan yang penuh unsur lokal. Apalagi lokasinya di Kemang, Jakarta Selatan yang juga dihuni banyak ekspatriat.

“Yang ada saat ini, kebanyakan adalah konsep hunian mediteranian, modern minimalis. Sehingga kami di sini lebih ke modern etnik, yang kental akan nuansa Jawa atau Javanese Ethnic,” terang Dwi.

Synthesis Residence Kemang memanfaatkan 60 persen lahannya sebagai ruang terbuka hijau, sisanya untuk bangunan, termasuk fasilitasnya. Beberapa bentuk desain, termasuk ornamen bangunan dilengkapi dengan culture dan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Kentalnya unsur Jawa tersebut kian terasa dengan aplikasi Batik Kawung di apartemen tersebut.

Nantinya, di tengah-tengah antara Tower Nakula, Sadewa, juga Arjuna akan dibangun taman Tirta Astana. Semua fasilitas lengkap berada di sana, seperti gazebo, kolam renang berbentuk lagoon, children playground, jogging area, dan lainnya.

Tidak hanya itu, di antara Tower Nakula dan Sadewa juga dibangun Rumah Joglo. Lantai bawah adalah lobby receptions dan lantai atas adalah function room. Ruangan tersebut bisa dimanfaatkan penghuni untuk adakan acara ulang tahun, arisan atau lainnya.

“Semua penghuni atau yang masuk ke apartemen Tower Nakula dan Sadewa harus melalui Rumah Joglo. Selepas itu baru menuju lobby apartemen masing-masing, kiri ke Sadewa dan kanan ke Nakula. Tapi di sini sudah harus menggunakan access card,” terang Dwi Handayani.

Untuk komersial area yang disebut Teras Srikandi juga dibangun persis di samping gerbang masuk utama Tower Nakula dan Sadewa. Gadung tiga lantai dipersiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan para penghuni apartemen tersebut.

Share the news!


Tags:

Related Posts