Kegembiraan Anak-anak Belajar Berkreasi dengan Shibori

 
Posted on: July 20, 2019

Share the news!

Menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Synthesis Development mengundang anak-anak dari para karyawannya untuk mengikuti kegiatan Shibori Workshop for Kids. Warna-warni dan motif ‘batik’ ala Jepang ini bikin anak-anak excited, dan bisa mencoba membuatnya sendiri membawakan mereka kegembiraan.

“Anak-anak banyak yang penasaran dengan shibori mengingat motifnya menarik dan warna-warni seperti pelangi,” ungkap Maria Agnes Fridajani, di sela berlangsungnya acara, Sabtu (20/07), di Synthesis Square Tower 1. Wanita yang tampil sebagai pengajar tersebut mengakui, “Mereka pada bertanya di akun Instagram saya, ‘Ini bagaimana bikinnya, Tante?’. Akhirnya kita buat workshop ini untuk anak-anak. Dan ternyata benar, mereka excited banget.

Shibori merupakan teknik ikat-celup (tie-dye) asal Jepang, yang mengombinasikan berbagai teknik sederhana seperti melipat, mengikat, memelintir, hingga menjahit kain untuk mendapatkan corak yang cantik ketika dicelup ke dalam cairan pewarna.

Menurut Maria, “Shibori cukup mudah juga buat dikerjakan oleh anak-anak. Sebenarnya teknik shibori cukup simpel dan bisa dikembangkan dari teknik-teknik yang ada untuk menciptakan karya yang unik. Ditambah lagi, di shibori tidak ada teknik yang salah, semuanya akan jadi bagus dan hasilnya unik.”

Teknik yang diajarkan hari ini adalah, “Itajime, kanoko, miura,” ia mulai menerangkan. Teknik itajime memanfaatkan dua potong kayu untuk menjepit kain yang dilipat, kemudian diikat dengan tali atau benang, sebelum dicelupkan ke dalam pewarna. Corak yang dihasilkan berbentuk kotak-kotak.

Sementara, kanoko shibori cukup sering dijumpai di Indonesia. Hasil berupa motif bercak lingkaran pada teknik ini didapat dari mengikat bagian tertentu pada kain dengan benang secara acak, atau dilipat dulu baru diikat.

Buat pemula, teknik miura bisa jadi pilihan tepat buat mencoba shibori. Caranya cukup mengikat bagian kain dengan beberapa utas benang, tanpa perlu menyamakan bentuk dan kekuatan ikatannya.

Selain itu, di acara ini diajarkan pula teknik, “Rainbow, pengembangan dari teknik-teknik lain yang ada,” tutur Maria.

Tak lupa, anak-anak didorong untuk menularkan keterampilan yang mereka dapat di sini kepada teman-temannya. “Anak-anak, kan, senang dengan keterampilan seperti ini. Jadi, saya juga mengajak mereka untuk sharing ke teman-temannya mengenai knowledge yang sudah mereka punya tentang shibori,” pungkasnya.

Share the news!


Tags:

Related Posts