Strong by Zumba, Intensitas Lebih Tinggi Namun Tetap Fun

 
Posted on: April 13, 2019

Share the news!

Helipad di Synthesis Square Tower lantai 15 terus diramaikan oleh Pop Up Class dari Gofit, yang kembali menggelar latihan strong by zumba, versi lebih berat dibanding zumba biasa. Perbedaannya terletak pada banyaknya gerakan HIIT (high-intensity interval training). “Seperti gerakan flank, squat, side flank, push up, diamond push up, dan lain-lain,” Terang Oshin Hernis sang instrukstur, mengenai berbagai gerakan strong by zumba yang dilakukan hari itu, Sabtu (13/04).

Ia bersama 17 peserta memeras peluh selama kurang lebih satu jam di ketinggian area proyek apartemen karya Synthesis Development ini.

Meski terbilang berat, olahraga yang beberapa tahun belakangan populer ini menghadirkan tiga modifikasi gerakan yang mewakili tingkat instesitas, yakni low, base, dan progressive. Itu berguna untuk menyesuaikan dengan tingkat kebugaran (fitness level) masing-masing individu. Oshin menambahkan, “Buat seseorang yang baru mulai berolahraga, dapat di-switch gerakannya ke low.”

Buat yang ingin melakukan strong by zumba, menurut Oshin, hal paling penarik dari olahraga ini di antaranya, “Kalau di olahraga lain biasanya musiknya ada duluan, baru gerakannya. Sementara, pada strong by zumba musiknya dibuat berdasarkan gerakan.” Dirinya melanjutkan, “Jadi, dijamin kita bakal have fun dan pada saat bersamaan akan banyak juga kalori yang terbakar saat latihan.”

Kira-kira, seperti dijelaskan oleh Oshin, selama satu jam kelas strong by zumba mampu membakar hingga 500 kalori, bahkan 800 atau 900 kalori. “Tergantung fitness level seseorang juga,” imbuhnya.

Mengenai tingkat kebugaran, dirinya juga mengingatkan untuk memperhatikan hal tersebut bagi seseorang yang ingin rutin berolahraga. “Sebab kebugaran seseorang terkait dengan seberapa kemampuan fisiknya, bagaimana pola makan, dan pola tidurnya. Kalau baru mulai berolahraga, sebaiknya seminggu sekali,” Oshin menyarankan, “misalnya latihan strong by zumba.

“Biasanya kalau baru pertama, kan, agak kapok, ya,” katanya setengah bercanda. “Tapi tidak boleh kapok karena bisa-bisa ototnya tidak bekerja semaksimal mungkin.”

Dari sekali dalam seminggu, dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi seminggu dua, tiga, atau empat kali. “Seseorang dapat men-challenge dirinya sendiri untuk meningkatkan frekuensi latihannya.” Tapi, meski sudah sangat ‘addictive’ akan olahraga, hari untuk beristirahat wajib disediakan. “Harus ada,” ia menegaskan, “karena rest day adalah bagian dari latihan juga.”

Share the news!


Tags:

Related Posts