Official Website|Synthesis Development

. Menu

Menumpahkan Peluh dan Perasaan Dikelilingi Cakrawala

Meski berupa olahraga high intesity yang tentunya memeras keringat, rasa lelah yang ditimbulkan pound fit dapat teralihkan berkat gerakannya yang menyerupai aksi menabuh dram. Itu yang dirasakan oleh Rina Almanda, instruktur Pound Fit on Helipad,  salah satu kegiatan olahraga dari program Pop Up Class yang digelar oleh Gofit di Helipad Synthesis Square Tower Lt. 15.

“Pastinya, sih, ngos-ngosan tapi saat mengerjakannya bisa sambil mengekspresikan perasaan,” tuturnya tak lama selepas latihan, Sabtu pagi (23/02). “Mau lagi marah, sebal, bisa dituangkan ke matras yang digebuk seperti dram menggunakan ripstix. Ibarat drummer saat menggebuk dram.”

Ya, gerakan pound fit memang mirip gerakan menabuh dram mengingat olahraga ini diciptakan oleh dua pemain drum, Kirsten Potenza dan Cristina Peerenboom, pada 2011 di Amerika Serikat. Terlebih juga menggunakan alat berupa stik, yang populer dikenal sebagai ripstix.

Namun bukan cuma itu, variasi gerakan pada pound fit terinspirasi dari gerakan yoga dan pilates, meski kedua olehraga tersebut cenderung lambat temponya. “jadi, gerakan-gerakan yoga dan pilates diterapkan pada pound fit tapi dilakukan secara cepat, high intensity,” Jelas Rina.

“Dengan begitu, selain membakar kalori juga bisa melatih otot. Fokusnya lebih ke paha, bokong, dan perut,” sambungnya. Dirinya pun menambahkan bahwa dalam 1 jam latihan, seperti yang dilakukannya bersama lebih dari 20 peserta hari ini, dapat membakar hingga 700 kalori.

“Soalnya, tidak terasa dalam satu jam kita bisa menabuh ripstix sampai ribuan kali,” Rina menjelaskan, “dan skuat tanpa terasa sampai ratusan kali.”

Baru pertama kali latihan di helipad, di puncak sebuah gedung, Rina mengaku merasa excited. “Panas banget tapi excited karena berasa paling tinggi di antara yang lain. Sebelumnya pernah di panggung mal, studio, atau taman besar saja. Dari sini bisa melihat kota Jakarta dari atas.”

Setelah berolahraga di area proyek business apartment dari Synthesis Development ini, ia bersama para peserta tak menyia-nyiakan kesempatan buat berfoto, mulai dari selfie, wefie, hingga menciptakan efek siluet diri di cakrawala dan berbagai macam pose.

“Biasa, kalau habis olah raga di tempat baru, dapat spot yang keren, langsung pengen foto-foto!” sergahnya.